User

Effect of Hormonal Contraceptive on Sexual Life, Body Mass Index, Skin Health, and Uterine Bleeding, in Women of Reproduction Age in Jombang, East Java

Esti Pratiwi Yosin, Ambar Mudigdo, Uki Retno Budhiastuti

Abstract

Background: Injection hormonal contraceptive can be distinguished into DMPA (depo medroxyprogesterone acetate) and combination. DMPA injection is administered in single dose of 150 mg/mL intramuscular every 12 week. It was hypothesized that DMPA injection resulted inadvertent effect such as lowered sexual life quality, increased body mass index, lowered quality of skin health, and abnormal uterine bleeding. This study aimed to examine the effects of DMPA injection on sexual life, body mass index, skin health, and abnormal uterine bleeding.

Subjects and Method: This was analytical observational study with retrospective cohort design. This study was conducted in Jombang, East Java. A total sample of 149 women of reproductive age consisting of 99 DMPA injection contraceptive users and 50 non hormonal contraceptive users was selected for this study, by stratified random sampling. The dependent variables were sexual life quality, body mass index, quality of skin health, and uterine bleeding. The independent variable was DMPA injection contraceptive use and age. The data were collected by a set of questionnaire. Sexual life quality was measured by female sexual function index (FSFI). The data were analyzed by multiple logistic regression.

Results: Use of hormonal contraceptive (OR= 20.17; 95% CI = 6.62 to 61.42; p<0.001) and age 30-35 years old (OR=17.51; 95% CI = 5.74 to 53.38; p<0.001) increased the risk of low quality of sexual life. Age 30-35 years old lowered (OR=0.16; 95% CI =0.07 to 0.36; p<0.001) and hormonal contraceptive (OR= 4.25; 95% CI = 1.95 to 9.30; p<0.001) increased the risk of low quality of skin health. Hormonal contraceptive (b=2.93; SE=0.23; p<0.001) and age 30-35 years old (b=0.70; SE=0.24; p<0.001) increased abnormal uterine bleeding. Hormonal contraceptive (b=5.75; SE=0.54; p<0.001) and age 30-35 years old (b=5.05; SE= 0.55; p<0.001) increased body mass index among women of reproductive age.

Conclusion: Use of injection hormonal contraceptive lowers the quality of social life, lowers the quality of skin health, increases body mass index, and increases abnormal uterine bleeding.

Keywords: hormonal contraceptive injection, sexual life, skin health, body mass index, uterine bleeding

Correspondence: Esti Pratiwi Yosin. School of Health Sciences Insan Cendekia Medika, Jombang, East Java. Email:estipratiwi77@gmail.com.

Journal of Maternal and Child Health 2016, 1(3): 146-160
https://doi.org/10.26911/thejmch.2016.01.03.02

Full Text:

PDF

References

Almatsier (2011). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta : Gramedia.

Anurogo (2012). Ejakulasi dini. Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya / RS PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia.

Asva (2015). Mengetahui penyakit acne vulgaris (jerawat) dan penyebab penyakit acne vulgaris (jerawat).http://www.Dokterkreatif.com/2015/05/mengetahui-penyakit-akne-vulgaris-jerawat-dan-penyebab-akne-vulgaris-jerawat.

Batlajery, Hamidah, Mardiana (2015). Penggunaan metode kontrasepsi suntikan DMPA berhubungan dengan disfungsi seksual wanita pada akseptor KB suntik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 2(2).

Bazaid (2011). Panduan tata laksana perdarahan uterus abnormal. Jakarta: HUFERIPOGI

BKKBN (2011). Kamus istilah kependudukan dan keluarga berencana. Jakarta: Direktorat Teknologi Informasi dan Dokumentasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

(2013). Pemantauan pasangan usia subur melalui mini survei indonesia. Jakarta. BKKBN.

(2015). Pertumbuhan penduduk kita mengkhawatirkan. http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2015/09/29/344178/pertumbuhan-penduduk-kita-mengkhawatirkan.

____ (2015). BKKBN Jatim: Penggunaan KB suntik diminati masyarakat.http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/bkkbn-jatim-penggunaan-kb-suntik-diminati-masyarakat.

BAPPENAS (2012). Bidang pembangunan sosial budaya dan kehidupan beragama. Jakarta : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dahlan MS (2009). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Everett (2008). Buku saku : Kontrasepsi dan kesehatan seksual reproduktif. Jakarta : EGC.

Firoozeh, Maryam (2013). Comparison of two different injectable contraceptive methods: Depomedroxy Progesterone Acetate (DMPA) and cyclofem. Journal Family Reprod Health. 7(3): 109–113

Ghozali (2011). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 19 (edisi kelima). Semarang : Universitas Diponegoro.

Hastono (2009). Statistik kesehatan. Jakarta : Rajawali Press.

Irianto (2014). Pelayanan keluarga berencana dua anak cukup. Bandung : Alfabeta.

(2014). Seksologi kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Kansil (2015). Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) dengan perubahan fisiologis pada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Ranomuut Kota Manado. e-Journal Keperawatan (eKp), 3(3).

Magas, Kundre, Masi (2016). Perbedaan siklus menstruasi ibu pengguna kontrasepsi suntik cyclofem dengan depo medroxy progesterone asetat di wilayah kerja puskesmas Bontang Utara 1. e-journal Keperawatan, 4(1).

Murniawati E (2012). KB suntik 3 (tiga) bulan dengan efek samping gangguan haiddan penanganannya. Jurnal Staf Pengajar Kebidanan FK Unissula Semarang.

Murti B (2010). Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif di bidang kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Mahmud (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Monica M (2016). The safety of subcutaneously administered depot medroxyprogesterone acetate (104 mg/0.65 mL): A systematic review. Contraception 94 (2016) 202–215.

Nelson (2010). Levonorgestrel intrauterine system: a first line medical treatment for heavy menstrual bleeding. Women's Health (2010) 6(3), 347–356.

Ozgoli. (2013). Comparison of sexual dysfunction in women using Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) and Cyclofem. J Reprod Infertil. 2015 Apr-Jun, 16(2): 102–108.

Proverawati, Islaely dan Aspuah. (2010). Panduan memilih kontrasepsi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Pinem (2009). Kesehatan reproduksi dan kontrasepsi. Jakarta : TIM

Prasetyawati (2012). Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam Millenium Development Goals (MDGs). Yogyakarta: Nuha Medika.

Riduwan (2010). Metode dan teknik menyusui tesis. Bandung : Alfabeta.

Rahmawati, Sukanto (2012). Terapi hormonal pada akne vulgaris (Hormonal Therapy for Acne Vulgaris). Telaah Kepustakaan. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, 24(1).

Rifki (2016). Profil perdarahan uterus abnormal di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2014. Jurnal e-Clinic (eCl), 4(1).

Sukarni, Wahyu (2013). Buku ajar : keperawatan maternitas. Yogyakarta : Nuha Medika.

Sari, Indrawati, Harjanto (2012). Panduan lengkap kesehatan wanita. Jakarta : Penebar Plus.

Saifuddin (2010). Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Edisi 2. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sari (2015). Kontrasepsi hormonal suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) sebagai salah satu penyebab kenaikan berat badan. Jurnal Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung. 4(7).

Saputra (2013). Perbandingan angka kejadian disfungai seksual menurut skoring FSFIpada Akseptor IUD dan hormonal di puskesmas Rajabasa Bandar Lampung. Jurnal Fakultas Kedokteran Lampung, 1(2).

Sriwahyuni, Wahyuni (2009). Hubungan antara jenis dan lama pemakaian alat kontrasepsi hormonal dengan peningkatan berat badan akseptor. The Indonesian Journal of Public Health, 8(3).

Saryono, Anggraeni (2013). Metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Yogyakarta : Nuha Medika.

Tarwoto, Wartonah (2011). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Theresia. (2013). Acne vulgaris. Erha Clinic & Erha Apothecary, Kelapa Gading, Jakarta.

Uliyah (2010). Panduan aman dan sehat memilih alat KB. Yogyakarta : Insania.

Wiegel M (2005). The Female Sexual Function Index (FSFI): A multidimensional self-report instrument for the assessment of female sexual function. Journal of Sex and Marital Therapy. 2000;26 (2):191-208.

Wahyuningsih (2009). Dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat dalam kebidanan. Yogyakarta : Fitramaya.

Zettira (2015). Analisis hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan disfungsi seksual pada wanita. Jurnal Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, 4(7).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.