User

Multilevel Analysis on the Biosocial and Economic Determinants of Exclusive Breastfeeding

Prabawati Sinta, Harsono Salimo, Eti Poncorini Pamungkasari

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding is provided to infants from birth to 6 months of age without supplementary or substitution food and drink. Breastmilk contains nutrients and protective factors that can reduce morbidity and mortality risks of children. This study aimed to determine the effect of maternal nutritional status, parity, employment status, family income, health personnel support, subjective norm, and stratification status of community health center (posyandu), on exclusive breastfeeding in Banjarsari Sub-District, Surakarta.

Subjects and Method: This was an analytic observational study with cross sectional design. The study was conducted in Banjarsari sub-district, Surakarta, Central Java, from October 17 to November 7, 2017. Twenty five posyandus were selected by stratified random sampling. Of the posyandus selected, 200 lactating mothers were selected by simple random sampling. The dependent variable was exclusive breastfeeding. The independent variables were maternal nutritional status, parity, employment status, family income, subjective norm, and health personnel support. The data were collected using a set of questionnaire and analyzed by multilevel logistic regression in Stata 13.

Results: The likelihood of exclusive breastfeeding increased with better maternal nutritional status (b= 1.65; 95% CI= 0.14 to 3.17; p= 0.032), multi parity (b= 1.72; 95% CI= 0.57 to 2.86; p= 0.003), working outside the house (b= -2.94; 95% CI= -3.99 to -1.88; p= 0.001), higher family income (b= -1.94; 95% CI= -3.13 to -0.76; p= 0.001), strong health personnel support (b= 1.13; 95% CI= 0.02 to 2.25; p= 0.046), and positive subjective norm (b= 1.20; 95% CI= 0.14 to 2.25; p= 0.025). Posyandu showed strong contextual effect on exclusive breastfeeding with intra-class correlation (ICC)= 28.87%.

Conclusion: The likelihood of exclusive breastfeeding increases with better maternal nutritional status, multi parity, working outside the house, higher family income, strong health personnel support, and positive subjective norm.

Keyword: exclusive breastfeeding, multilevel analysis, maternal nutritional status, parity, employment status, family income, health personnel support, subjective norm, and posyandu

Correspondence: Prabawati Sinta. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta. Email: prabawatisinta887@gmail.com

Journal of Maternal and Child Health (2017), 2(4): 356-370
https://doi.org/10.26911/thejmch.2017.02.04.06 

Full Text:

PDF

References

Agustina RR, Kamso S (2014). Hubungan Antara Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Pemberian ASI Eksklusif 6 Bulan Pada Wanita Primipara di Indonesia Tahun 2012 (Analisis Lanjut Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012). Depok: Universitas Indonesia.

Ariwati VD, Rosyidi MI, Pranowowati P (2014). Hubungan Dukungan Bidan Tentang Pemberian ASI Eksklusif dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang. Semarang: STIKes Ngudi Waluyo Ungaran.

Awaliyah RQ, Yunitasari E, Nastiti AA (2014). Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif oleh Ibu di PONKESDES Pilang Kabupaten Sidoarjo. Surabaya: Universitas Airlangga.

Ayuni F (2012). Pengetahuan Tentang Menyusui dan Intensi Menyusui pada Ibu Hamil Usia Remaja. Depok: Universitas Indonesia.

Azriani D, Wasnidar (2014). Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Health Quality. 4(2). 77-141.

BAPPENAS (2011). Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Danso J (2014). Examining the Practice of Exclusive Breastfeeding among Professional Working Mothers in Kumasi Metropolis of Ghana. International Journal of Nursing. 1(1). 11-24.

Dinkes Jateng (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Semarang: Dinkes Jateng.

Dinkes Kota Surakarta (2015). Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2015. Surakarta: Dinkes Kota Surakarta.

Draman N, Mohamad N, Yusoff HM, Muhamad R (2017). The Decision of Breastfeeding Practices among Parents Attending Primary Health Care Facilities in Suburban Malaysia. Journal of Taibah University Medical Sciences. 1-6.

Hakim R (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Nabire Kota Kabupaten Nabire Tahun 2012. Depok: Universitas Indonesia.

Handayani TN, Suparji, Rendra YH (2009). Hubungan Motivasi Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Umur 6 Bulan Sampai dengan 2 Tahun. Jurnal Penelitian Politeknik Kesehatan. 7(4). 29.

Haryani S (2011). Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ida (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok Tahun 2011 (Tesis). Depok: Universitas Indonesia.

Jamei F, Ostovar A, Javadzade H (2017). Predictors of Exclusive Breastfeeding among Nulliparous Iranian Mothers: Application of the Theory of Planned Behavior. International Journal of Pediatrics. 5(3). 4457-4467.

Jatmika SED (2015). Norma Masyarakat untuk Meningkatkan Niat Ibu Hamil dalam Memberikan ASI Eksklusif.

Kemenkes RI. (2010). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat.

Kemenkes RI (2012). Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. Jakarta: Promkes.

Kemenkes RI (2016). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khoiri A (2008). Pengembangan Sistem Informasi Posyandu Guna Mendukung Surveilans Kesehatan Ibu & Anak Berbasis Masyarakat pada Desa Siaga (Studi Kasus di Kelurahan Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun Provinsi Jawa Timur). Semarang: Universitas Diponegoro.

Kitano N, Nomura K, Kido M, Murakami K, Ohkubo T et al. (2016). Combined Effects of Maternal Age and Parity on Successful Initiation of Exclusive Breastfeeding. Journal of Preventive Medicine Reports. 3(2016). 121-126.

Mamonto T (2015). Faktor-faktor yang Berhbungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kota mobagu Timur Kota Kotamobagu. Sulawesi Utara: Universitas Sam Ratulangi.

Maulida H, Afifah E, Sari DP (2015). Tingkat Ekonomi dan Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Bidan Praktek Swasta (BPS) Ummi Latifah Argomulyo, Sedayu Yogyakarta. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. 116-122.

Nurkhayati D (2016). Evaluasi Program ASI Eksklusif di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Jepara. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro.

Permatasari E (2015). Hubungan Asupan Gizi dengan Produksi ASI pada Ibu yang Menyusui Bayi Umur 0-6 Bulan di Puskesmas Sewon I Bantul Yogyakarta. Yogyakarta: STIKes ‘Aisyiyah.

Petry R (2013). Breastfeeding and Socieconomic Status an Analysis of Breastfeeding Rates among LowSES Mothers. Poverty and Human Capability Studies Capstone. 1-37.

PP No. 33 (2012). Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Prasetyono DS (2009). ASI Eksklusif Pengenalan, Praktik dan Kemanfaatan kemanfaatannya. Yogyakarta: Diva Press.

Proverawati A, Rahmawati E. (2010). Kapita Selekta ASI dan Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.

Rahmawati A, Bahar B, Salam A (2013). Hubungan antara Karakteristik Ibu, Peran Petugas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bonto Cani Kabupaten Bone. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Riskesdas (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sabati MR (2015). Peran Petugas Kesehatan Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Semarang: Universitas Diponegoro.

Saffari M, Pakpour AH, Chen H (2017). Factors Influencing Exclusive Breastfeeding among Iranian Mothers: A Longitudinal PopulationBased Study. Health Promotion Perspectives. 7(1). 34-41.

Sariyanti (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Godean II Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: STIKes ‘Aisyiyah.

Segura SA, Ansotegui JA, Gomez NMD (2016). The importance of maternal nutrition during breastfeeding: Do breastfeeding mothers need nutritional supplements?. Anales de Pediatria. 84(6). 347.e1347.e7.

Silva CS, Lima MC, Sequeirade Andrade LAS, Oliveira JS, Monteiro JS, Lima NMS, Santos RMAB et al. (2016). Association Between Postpartum Depression and the Practice of Exclusive Breastfeeding in the First Three Months of Life. Jornal de Pediatrica. 93(4). 356-364.

Soomro JA (2015). Factors Affecting Breastfeeding Practices in Working Women of Pakistan. Nowegia: University of Oslo.

Teklehaymanot AN, Hailu AG, Wossen BA. (2013). Intention of Exclusive Breast Feeding among Pregnant Women Using Theory of Planed Behavior in Medebay Zana District, Tigray Region, North Ethiopia. Public Health Research. 3(6). 162-168.

UNICEF Indonesia (2012). Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak. Jakarta: UNICEF.

UU Kesehatan (2009). Kesehatan. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Valentine CJ, Wagner CL (2013). Nutritional Management of the Breastfeeding Dyad. Pediatric Clinics of North America. 60(1). 261-274.

Wahyuni T (2015). Hubungan Status Gizi Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta (Skripsi). Yogyakarta: STIKes Aisyiah Yogyakarta.

Windari EN, Dewi AK, Siswanto (2017). Pengaruh Dukungan Tenaga Kesehatan Terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sisir Kelurahan Sisir Kota Batu. Journal of Issues in Midwifery.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.